Wakili Kajari, Kasi Intel Hadiri Kegiatan Lomba Balap Pompong Dalam Rangka HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Tanjab Barat ke-60

oleh -57 Dilihat

Tanjab Barat – Wakili Kajari, Kasi Intel Kejari Tanjab Barat, Muhammad Lutfi, SH., MH. Menghadiri Lomba Balap Pompong dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke-60 Bertempat di Titian Orang Kayo Rajo Laksamana. pada Kamis (7/8/2025) sore.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Tanjab Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, dengan rangkaian acara mulai dari laporan panitia, sambutan, hingga pelepasan peserta lomba. Sebanyak 48 pompong dengan 96 peserta beradu kecepatan, terbagi dalam delapan grup penyisihan.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa lomba balap pompong bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga bagian dari upaya melestarikan tradisi leluhur masyarakat pesisir. “Balap pompong ini adalah salah satu kegiatan yang paling digemari masyarakat.

Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga memberi dampak positif bagi ekonomi lokal, khususnya pedagang dan pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Perlombaan berlangsung seru dan kompetitif hingga akhirnya ditetapkan para pemenang.

Juara pertama diraih peserta dengan nomor urut 36 yang berhak membawa pulang piala dan hadiah uang tunai Rp10 juta. Sementara itu, juara kedua dan ketiga masing-masing menerima Rp8 juta dan Rp6 juta, serta juara harapan I–III memperoleh hadiah mulai Rp2 juta hingga Rp4 juta. Tak hanya itu, seluruh peserta juga mendapatkan bantuan sembako berupa beras dari panitia.

Acara turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, antara lain Wakil Bupati Katamso SA, SE., ME., Dandim 0419/Tanjab Letkol Arm Dwi Sutaryo, Kapolres Tanjab Barat AKBP Agung Basuki, perwakilan Kajari Tanjab Barat, Ketua PN Kuala Tungkal, Sekda Tanjab Barat, Kepala Basarnas Jambi, Kepala KKP, serta para Kepala OPD.

Kehadiran lebih dari 1.000 masyarakat semakin menambah semarak acara.

Lomba balap pompong kali ini dinilai sukses tidak hanya sebagai sarana hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga sebagai momentum memperkuat persatuan serta menggerakkan ekonomi masyarakat. (kntjb)