Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat Gelar Upacara Peringatan Harkitnas Ke-116 Tahun 2024

oleh -277 Dilihat

KUALA TUNGKAL – Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat gelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 Tahun 2024 yang bertempat di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat. Senin (20/5/2024).

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat Marcelo Bellah, S.H., M.H. Sebagai Pembina dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 Tahun 2024 yang turut diikuti seluruh Pegawai Negeri Sipil dan PPNPN Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat.

Dalam amanatnya Kajari Tanjab Barat Marcelo Bellah, S.H., M.H. Membacakan Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyampaikan Hari ini kita dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni kemajuan teknologi yang melesat cepat kita sudah memilih bukan hanya ikut serta Tetapi lebih daripada itu menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia hari ini hingga dua dekade kedepan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua.

Refleksi atas pilihan tersebut bisa kita rujuk dengan berkunjung kembali kepada gagasan awal menjadikan dan membentuk Indonesia bagaimana sejarah telah membentuk kebangsaan kita sejarah diperlukan bukan karena sensasi politiknya juga bukan sebagai sumber keteladanan nilai Semata tetapi pada percakapan terus-menerus tentang kemajuan kemanusiaan dan kesejahteraan keteladanan tidak harus diikatkan pada masa lalu namun dapat diikatkan dengan masa depan yaitu pada ide-ide yang membuka ruang imajinasi peradaban, Lebih dari sahabat lalu tepatnya pada 20 Mei 1908 lahir organisasi Budi Utomo yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia hari berdirinya Budi Utomo inilah yang kelak menjadi simbol dari hari kebangkitan nasional yang kita rayakan hari ini.

Organisasi Budi Utomo bermula dari sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia yang berkumpul mendirikan suatu organisasi modern banyak orang menaruh Harapan pada organisasi ini dan menganggapnya sebagai motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda bahkan Van Deventer seorang tokoh politik etis Belanda menyatakan sesuatu yang ajaib sedang terjadi insulinde Molek yang sedang tidur sudah terbangun.

Dalam sambutannya Menkominfo juga menyampaikan apa yang telah dirintis Budi Utomo dilanjutkan oleh banyak organisasi lain yang muncul belakangan nasionalisme Jawa khas Budi Utomo diperluas menjadi nasionalisme yang mencakup keseluruhan orang-orang di Hindia Belanda pendidikan yang hanya ditunjukkan pada priayi Jawa diperluas menjadi pendidikan untuk seluruh rakyat Bumiputera perjuangan memajukan kebudayaan Jawa diperluas menjadi perjuangan politik mengusir penjajahan Belanda perluasan dari cita-cita yang telah ditumbuhkan oleh Budi Utomo mencapai titik puncak pada proklamasi kemerdekaan.

“ Hari ini kita berada pada fase kebangkitan kedua melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis Lebih dari sahabat yang lalu Kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner.” Kata Menkominfo dalam sambutannya.

Dalam aspek bisnis sosial dan ekonomi transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis sementara itu dalam aspek sosial dan lingkungan transformasi digital mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme kepercayaan diri dan keyakinan kemajuan telah terpampang di depan mata momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban karena kita berkejaran dengan waktu di titik inilah seluruh potensi sumber daya alam kita bonus demografi kita potensi transformasi digital kita menjadi modal dasar menuju Indonesia emas 2045.” Tutup Menkominfo mengakhiri sambutannya. (**)